Sabtu, 25 Agustus 2012

Kisah Pekenalanku Dengan Oasis


                 Oasis adalah band dari Manchester , Inggris yang digawangi oleh dua musisi controversial ( saya kurang tahu kenapa disebut controversial) yaitu Liam Gallagher dan Noel Gallagher beserta personel – personel lain yang sering gonta – ganti seperti Gem Archer( gitar) , Zak Starkey (Drum) , dan lainnya .
                                Pertama kali perkenalanku dengan Oasis terjadi secara tidak sengaja pada suatu waktu yang sangat lampau ketika hidupku masih sangat berbeda yaitu pertengahan 2010 melalui sebuah berita sepakbola yang menceritakan tentang Lionel Messi yang diberitahukan lagu – lagu Oasis oleh Carlos Tevez . Messi kemudian menjadi sangat menggemari Oasis sampai – sampai ia berjanji untuk mengundang Oasis tampil di Argentina jika ia Juara Piala Dunia 2010 .

                Kita tahu bahwa rencana itu gagal total karena dua alasan . Pertama Argentina gagal juara World Cup . Kedua Oasis sudah bubar tahun 2009 .
                                Sampai sini , aku masih menganggap angin lalu pada Oasis . Ia dimataku masih seperti sebuah nama diantara sekian banyak nama yang hanya aku tahu sebatas nama itu saja . Aku juga tidak mengerti kenapa masih bisa mengingat nama band Oasis sampai setahun berikutnya . sampai April 2011.
                Setahun berselang , juga melalui ketidaksengajaan . Waktu sedang mengutak – atik video – video di Youtube , unintentionally aku menemukan beberapa video Oasis yang mengcover lagu – lagu The Beatles . All you need is love , Within you without you , In the walrus , dan lainnya . Kaget banget ngeliatnya , soalnya Oasis itu walaupun angkatan 90an tapi kehitung band modern . Dan mereka banyak sekali mengcover lagu The Beatles yang personelnya dua orang udah mati . Aku yang udah banyak tahu lagu – lagu Beatles , langsung mendownloadnya dengan IDM .
                                Beberapa masa setelahnya , baru aku tahu bahwa sang pemimpinnya ( Noel & Liam) , memang penggemar The Beatles . Dan mereka membanggakan Oasis sebagai band tradisional terakhir . Berdasarkan pengamatan gw selama ini , yang mereka maksud band tradisional itu adalah band yang tak hanya menjadi ikon music , tapi juga ikon budaya . 
                Sampai disini , tingkat ku dalam menyukai Oasis masih bisa dikatakan 50 % . Masih belum seberapa walaupun aku sudah sering mencari videonya , namun hanya ketika mereka mengcover Beatles saja . Aku tahu lagu Oasis hanya satu yaitu “Wonderwall” .  Sampai kejadian mengejutkan datang di Januari 2012 .

Don’t  Look Back In Anger saat Gempa Bumi
               
Sewaktu itu aku sedang berada di SMKN 1 Kuta Selatanku  yang penuh kenangan , tepatnya ruang Lab Multimedia 2 yang kurindukan . Kami sedang dalam waktu menunggu istirahat tiba . Dan juga melalui ketidaksengajaan juga  . Kayaknya aku diberkahi banget buat jadi pendengar Oasis ini . Kala itu aku sedang iseng mengobrak – abrik  isi Harddisk computer temanku . Ketika masuk ke folder music , tak sengaja aku melihat file berjudul “OASIS DON'T LOOK BACK IN ANGE” . Belakangan aku baru tahu kalau tulisan yang benar adalah Anger .
                                Langsung kuputar karena aku sudah menjadi pendengar Oasis 50% . Begitu cepat rasanya selesai dan aku langsung terpesona lagu itu . Baru selesai aku memindahkan filenya dari PC ke Flashdisk , tiba – tiba seluruh Kuta dari uluwatu sampai Denpasar diguncang gempa yang cukup mengejutkan bukan karena  besarnya , tapi karena daerah ini memang tenteram tanpa bencana alam .
                 Langsung seisi kelas (berarti termasuk aku) dan sekolah berhamburan keluar , beberapa temanku yang cewek menelepon keluarganya dengan panik sampai hampir menangis , ada juga yang gelisah , ada yang pura – pura gelisah , dan ada yang bingung harus memasang muka sedih atau panik. Pengumuman diberikan melalui speaker raksasa ( suaranya yang raksasa) agar murid – murid tidak panic.

                                Beberapa menit berlalu dan suasana kembali normal .Beberapa hari seterusnya tak ada bosannya kuputar lagu itu . Dan lagu Don’t Look Back In Anger menjadi awal dari era Oasis yang tak akan menjadi lebih besar dari era Peterpan , Avenged Sevenfold , dan Beatles .  Yang kemudian diikuti Champagne Supernova 3 hari berselang . Lalu Little By Little , Live Forever , Stand By Me , Go let It Out , dan lainnya pada bulan – bulan berikutnya . 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar