Sabtu, 13 Oktober 2012

Kebenaran


                Sebuah jalan yang sepi , sore hari ini , seorang gadis kecil berjalan riang sendirian . Ia memakai kerudung dan tas hitam dan sedang dalam perjalanan ke tempatnya mengaji .  Sampai di ujung sebuah jalan , ia bertemu dengan beberapa pemuda mabuk yang mengejeknya  , ada yang memulai dengan kata – kata kasar , juga dengan menertawainya . Mulanya ia tidak memperhatikan , tapi lama kelamaan semua perbuatan itu membuatnya sangat marah , anak itu kemudian berlari menjauh secepatnya dari tempat itu dan pergi menuju ke tempatnya mengaji .
                                Ia tiba disana dengan tubuh kelelahan dan hati yang sakit .Segera ia meletakkan sandal , mengambil wudlu , dan langsung duduk tanpa mengucap salam karena memendam amarah begitu besarnya .   Disana ia sudah ditunggu oleh ustadnya  yang hanya memperhatikannya dengan tersenyum kecil .
                Ia kemudian menceritakan peristiwa yang dialaminya ,tentang mengapa ia menjadi begitu marah karenanya . Mendengar cerita itu , sang ustad lalu mendekatinya kemudian menepuk pundaknya perlahan kemudian menasihatinya .
                “Nak , islam itu selapang angkasa . Jika seseorang maludah ke langit , apakah itu akan mengotori langit ,? Nahkan ludah itu akan mengotori wajahnya sendiri . Nukan agama yang terluka melainkan ego dari dirimu “
                                “Kamu terperdaya melihat orang lain berbuat dosa dan api kemarahan berkobar dalam dirimu . Kamu menyebut kemarahan itu sebagai pembelaan pada agama . Padahal kamu tidak menyadari bahwa jiwamu yang sombong . “

Ditafsirkan ulang dari Wajah Sejuk Agama , Jamal Rahman